Skip to content

Politik di Tempat Kerja

March 14, 2010

Jakarta, 19 Juni 2009

Perihal: Politik di Tempat Kerja

Dear HMPPI,

Saya Syaiful (bukan nama sebenarnya), 23 tahun, baru saja diterima kerja di sebuah hotel bintang empat di Jakarta. Ini adalah awal karir saya, dan saya optimis akan karir saya nanti, karena secara akademis saya selalu berprestasi di kuliah dulu (kuliah perhotelan).

Tapi, ada satu hal yang ternyata mengejutkan saya perihal kenyataan di tempat kerja, yaitu “politik kerja”. Sang HR Manager yang mewawancara saya mengatakan bahwa di hotel tersebut situasinya sangat menyenangkan dan “tidak ada politik”.

Istilah “politik” di tempat kerja adalah hal baru bagi saya. Mohon penjelasannya.

Terima kasih,
Syaiful


 Dear Syaiful,

Walaupun banyak manajer yang membanggakan bahwa di tempat kerjanya “tidak ada politik”, tetapi “politik” di tempat kerja sebenarnya selalu ada, sekecil apapun itu. Istilah “politik” tidak selalu berkonotasi negatif, apapun yang merupakan aturan tidak tertulis di tempat kerja dapat disebut sebagai bentuk “politik” di tempat kerja, misalnya:

  • Bagaimana kekuasaan dan pengaruh dimanifestasikan di departemen anda?
  • Siapa karyawan yang memikul beban paling berat?
  • Siapa akrab dengan siapa?
  • Bagaimana proses pengambilan setiap keputusan?
  • Bagaimana bentuk kesenjangan antara kebijakan dan praktiknya?
  • Bagaimana tradisi non-kerja (aturan berpakaian, tren bersosialisasi, dll) di perusahaan?

Baik anda orang baru ataupun orang lama, anda harus segera menyadari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, agar anda:

  • Tahu siapa yang memegang kendali,
  • Tahu bagaimana menyesuaikan diri,
  • Tahu bagaimana caranya menjadi “karyawan yang baik”.

Jadi, saran kami adalah: segeralah nyalakan radar anda terhadap “politik” di tempat kerja anda nanti. Karena tingkat kesadaran anda terhadap hal ini dapat menentukan sukses tidaknya anda di tempat kerja anda nanti. Lebih cepat lebih baik!

Untuk membantu anda, berikut adalah contoh-contoh kalimat yang menyatakan “politik” kerja di perusahaan.  Anda juga bisa merumuskan “politik” kerja di tempat anda dengan menyusun kalimat-kalimat serupa untuk selalu anda ingat.

“Hanya Mbak Beby yang bisa meluluskan setiap permintaan akan uang. Dan Mbak Beby akan melakukannya setelah mendapatkan persetujuan dari bosnya, Ibu Aini. Bagi Ibu Aini, segalanya harus menguntungkan. Oleh karena itu, jika tidak menjanjikan, jangan harap untuk membuat permintaan akan uang.”

“Jangan coba-coba mengusik Jopie. Kakek Jopie dan kakeknya owner adalah sahabat kental. Tidak ada yang bisa membuat Jopie dipecat. Jadi lebih baik berkawan dengan Jopie supaya aman di sini.”

“Kalau ingin disukai oleh Ibu Dewi, sebaiknya datang ke kantor sebelum jam 8, walaupun kantor sebenarnya buka jam 9. Ibu Dewi selalu sudah sampai kantor sebelum jam 7.”

Salam,
HMPPI Team

Advertisements

From → Counselling

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: